header

About Me
Dr Eko Priatno SpB KBD - Dokter Spesialis ahli Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia.
Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah profesional muda yang berpengalaman dalam bidang bedah Digestif di Indonesia. Background pendidikan dan reputasinya bisa anda lihat dihalaman profil ini
Liputan TV

Bedah laparoskopi, minimal invasive atau keyhole surgery sudah sangat dikenal dalam operasi kolesistektomi ( penangkatan kantong empedu ), namun belum popular pada kanker kolorektal dan tidak banyak ahli bedah yang melakukan operasi ini. Seiring dengan keberhasilan bedah laparoskopik pada kolesistektomi, ahli bedah kolorektal di luar negeri mulai menerapkannya pada bedah kanker kolorektal diawal tahun 1990. Tidak seperti bedah pada kantong empedu, bedah kolorekatal mencakup area yang lebih luas di dalam perut, dan sering diterapkan pada penyakit keganasan kolorektal sehingga tehnik bedah ini menjadi tantangan tersendiri bagi ahli bedah dan memerlukan keahlian khusus dalam operasi laparoskopik ini.

screen-shot-2016-04-30-at-9-52-28-am

Pada beberapa tahun terakhir, bukti ilmiah menunjukkan bedah laparoskopi pada kanker kolorektal sama baiknya dengan operasi terbuka. Ini telah dipublikasilkan dalam journal kedokteran yang sangat bergengsi dunia yaitu the New England Journal Medicine in May 2004 yang menyimpulkan: “In this multi-institutional study, the rates of recurrent cancer were similar after laparoscopically assisted colectomy and open colectomy, suggesting that the laparoscopic approach is an acceptable alternative to open surgery for colon cancer.”

At the same time, new instruments for bloodless dissection, blood vessel sealing and hand retraction have been developed to make laparoscopic colorectal surgery much easier. Saat ini operasi laparoskopi pada kolorektal sangat berkembang karena memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan operasi terbuka/ konvensional :

  • Luka bekas operasi sangat minimal sehingga kosmetis lebih baik
  • Angka infeksi pada luka operasi berkurang sampai 50%
  • Angka post operative ileus berkurang 33%. Ini berarti pasien dapat makan dan minum setelah operasi lebih cepat.
  • Nyeri setelah operasi berkurang 35%
  • Lama rawat di Rs berkurang 20%
  • Efek immunosupresi pasca bedah berkurang. Ini sangat penting dalam penanganan penyakit kanker.
  • Pada follow-up jangka panjang, pasien yang menjalani bedah laparoskopi kolorektal lebih jarang mengeluh nyeri perut, dan sumbatan usus akibat perlengketan. Di Indonesia, perlengketan pasca operasi merupakan salah satu keluhan tersering pasien dengan nyeri perut dan sumbatan usus yang kadang memerlukan operasi kembali.
  • Dengan insisi minimal, akan mengurangi hernia insisional.

Tidak semua operasi kolorektal bisa dilakukan dengan tehnik laparoskopi. Pada pasien dengan perlengketan usus yang hebat atau adanya sumbatan usus, operasi laparoskopik biasanya tidak memungkinkan. Bila kondisi pasien buruk yang memerlukan operasi emergensi atau pasien yang tidak bisa mentoleransi operasi yang lama, maka operasi terbuka/ konvensional merupakan pilihan yang bijaksana. Bila kanker kolorektal berukuran sangat besar yang sudah mengenai organ sekitarnya atau menyebabkan sumbatan usus, operasi laparoskopi tidak direkomendasikan.

Dengan segala kelebihannya bila dibandingkan dengan operasi konvensional, maka operasi laparoskopi menjadi standar baku dalam penanganan kanker kolorektal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video
Gallery Foto