header

About Me
Dr Eko Priatno SpB KBD - Dokter Spesialis ahli Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia.
Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah profesional muda yang berpengalaman dalam bidang bedah Digestif di Indonesia. Background pendidikan dan reputasinya bisa anda lihat dihalaman profil ini
Liputan TV

Usus manusia terdiri dari usus halus dan usus besar. Usus halus terletak antara lambung dan usus besar. Panjang usus halus sekitar 6 meter. Fungsi usus halus adalah mencerna dan menyerap nutrisi yang kita makan.

Usus besar ( kolon ) terletak antara usus halus dan rektum. Kolon terdiri dari bagian2 yaitu ascending colon, transverse colon, descending colon dan sigmoid colon. Kolon memiliki fungsi utama yaitu penyerapan air sehingga feses yang tadinya cair berubah menjadi padat. Kanker pada usus dapat terjadi baik di usus halus maupun di usus besar.

 

Gambar 1. Anatomi usus

 

 

KANKER USUS BESAR 

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal yang tidak terkendali. Jika tidak diobati, kanker akan terus tumbuh dan menyebar ( metastasis ) ke organ sekitarnya. Organ jauh yang sering menjadi tempat penyebaran kanker usus besar adalah hati, paru, otak dan tulang.

Gambar 2. Stadium kanker usus besar

 

Apa penyebab kanker usus besar ?

Umumnya kanker usus besar berasal dari polip usus besar. Dengan berjalannya waktu polip membesar dan berubah sifat menjadi kanker. Populasi dengan riwayat keluarga kanker ( genetik ) memiliki kemungkinan menderita kanker usus besar lebih tinggi. Kanker biasanya terjadi pada usia < 40 tahun.

Penderita Adenomatous polyposis syndromes ( FAP ) dan Hereditary Nonpolyposis Colorectal Cancer (HNPCC) syndromes juga merupakan faktor penyebab kanker usus besar.

Faktor lain yang diketahui menjadi penyabab kanker usus besar adalah

 

Apa gejala dan tanda kanker usus besar ?

Umumnya pasien tidak menunjukkan gejala, sehingga sangat penting melakukan deteksi dini pada populasi berusia mulai 50 tahun. Pada kanker yang lanjut, keluhan dapat bermacam – macam.

  • Bab berdarah yang sering dianggap sepele sebagai wasir. Pada populasi dengan perdarahan waktu bab yang berusia 50 tahun wajib diperiksa ke dokter. Perdarahan yang terjadi dapat sangat minimal dan tidak terlihat sehingga hanya memberikan gejala berupa anemia defisiensi besi ( lemah, pucat ).
  • Perubahan pola defekasi ( diare atau sulit bab )
  • Bila tumor terus membesar, dapat terjadi sumbatan usus dengan keluhan perut kembung, tidak bisa bab/ kentut serta muntah.
  • Berat badan menurun
  • Bab dengan feses kecil seperti pencil
  • Bab tidak puas
  • Nyeri di anus

 

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter bila dicurigai kanker usus besar ?

 

  • Setiap pasien dengan bab berdarah
  • Perubahan pola bab seperti diare berkepanjangan atau bab tidak teratur
  • Sensasi tidak puas setelah bab
  • Nyeri perut / kembung disertai mual, muntah
  • Berat badan turun

 

Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mendiagnosis kanker usus besar ?  

Jika anda memiliki keluhan bab berdarah atau ada perubahan pola bab, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

  • Pemeriksaan colok dubur yaitu dokter akan memasukkan jari ke anus melalui dubur.
  • Kolonoskopi yaitu pemeriksaan endoskopi dengan cara memasukkan alat endoskop melalui anus untuk melihat permukaan mukosa usus besar. Melalui pemeriksaan ini dapat dideteksi polip atau kanker usus besar.
  • Jika pada kolonoskopi ditemukan tumor, maka akan dilakukan biopsi untuk pemeriksaan patologi anatomi, dari hasil patologi anatomi dapat diketahui apakah anda menderita kanker atau bukan.
  • CT Scan abdomen dan thorax untuk kepentingan mengetahui sejauh mana kanker telah menyebar / apakah masih bisa dilakukan operasi.

 

 

Gambar 3. Gambaran kanker usus besar

 

Apa pengobatan terbaik kanker usus besar ?

Pengobatan terbaik kanker usus besar adalah operasi. Tujuannya mengangkat kanker beserta jaringan limfatik sekitarnya sehingga dicapai kondisi yang bebas tumor setelah operasi.

Bagaimana mencegah kanker usus besar ?

Pencegahan terbaik adalah dengan cara deteksi dini serta mengobati sebelum kanker menyebar. Program deteksi dini mulai usia 50 tahun pada populasi yang tanpa riwayat keluarga kanker dan mulai 40 tahun pada populasi dengan riwayat keluarga kanker. Skrening yang dilakukan meliputi :

  • Pemeriksaan darah samar feses tiap tahun dikombinasi dengan flexible sigmoidoskopi tiap 5 tahun
  • Kolonoskopi tiap 10 tahun

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan kanker usus besar, antara lain :

  • Berhenti merokok.
  • Konsumsi aspirin dosis rendah tiap hari
  • Konsumsi asam folat
  • Olahraga teratur
  • Banyak konsumsi buah-buahan dan sayur

 

 

KANKER USUS HALUS

 

Kanker usus halus bisa berupa adenocarcinoma, lymphoma, sarcoma, dan carcinoids.

Di negara maju paling sering jenis adenocarcinoma, sedangkan di negara berkembang lebih sering jenis lymphoma.

Tumor ini berpotensi menyebar ke organ lain seperti hati, paru, tulang.

 

Apa faktor resiko kanker usus halus ?

 

–       Crohn’s disease – Penyakit inflamasi pada usus halus.

–       Familial polyposis syndromes – merupakan kelainan genetik yang menyebabkan terjadinya polip yang sangat banyak di sepanjang mukosa usus.

–       Alkoholism

–       Konsumsi daging asap/ ikan asin berlebihan

 

 

Apa gejala dan tanda kanker usus halus ?

 

Seperti kanker pada umumnya, keluhan awal sering tidak spesifik, bisa berupa :

  • Mual
  • Kembung
  • Hilang napsu makan

 

Gejala berikut bisa menjadi pertanda kanker stadium lanjut :

–       Lemas

–       Berat badan turun drastis

–       Anemia defisiensi besi

–       Bab berdarah

–       Mual dan muntah hebat

–       Kembung, muntah dan tidak bisa bab pertanda sumbatan usus akibat kanker

–       Mata kuning akibat sumbatan saluran empedu akibat kanker

 

 

Bagaimana mendiagnosis kanker usus halus ?

 

Bila anda mengeluh gejala seperti diatas, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan antara lain :

  • Barium contras follow through
  • CT Scan abdomen untuk mengetahui lokasi dan stadium kanker.

 

 

Bagaimana penanganan kanker usus halus ?

 

Pembedahan merupakan terapi utama kanker usus halus. Pada kanker yang sudah menyebar, maka perlu terapi tambahan berupa kemoterapi.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video
Gallery Foto