header

About Me
Dr Eko Priatno SpB KBD - Dokter Spesialis ahli Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia.
Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah profesional muda yang berpengalaman dalam bidang bedah Digestif di Indonesia. Background pendidikan dan reputasinya bisa anda lihat dihalaman profil ini
Liputan TV

Bedah Laparoskopi  adalah procedur bedah minimal invasive yang memungkinkan ahli bedah melakukan tindakan bedah di rongga perut tanpa membuat sayatan yang besar. Prosedur ini dikenal juga sebagai keyhole surgery /minimally invasive surgery. Sayatan yang besar pada dinding perut dapat dihindari karena ahli bedah menggunakan alat laparoskop yang memiliki sistem kamera yang dihubungkan ke layar monitor, sehingga organ dalam rongga perut dapat dilihat secara jelas melalui layar monitor TV. Kelebihan laparoskopi bila dibandingkan dengan metode bedah konvensional adalah : lama rawat lebih singkat dan pasien lebih cepat pulih; nyeri setelah pembedahan minimal dan perdarahan yang terjadi selama operasi minimal; luka operasi kecil ( hanya sebesar lubang kunci)

Sistem kerja unit laparoskopi

Gambar 1. Sistem kerja unit laparoskopi

Gambar 2. Trokar yang digunakan untuk assess instrument laparoskopi

Gambar 2. Trokar yang digunakan untuk assess instrument laparoskopi

Instrument laparoskopi

Gambar 3. Instrument laparoskopi

Penyakit Apa Saja Yang Bisa Dioperasi Dengan Laparoskopi?

Laparoskopi dapat digunakan sebagai alat diagnosis dan terapi pada beberapa kondisi. Selama prosedur laparoskopi, instruments bedah kecil dimasukkan ke dalam rongga perut melalui insisi kecil.

Diagnostik laparoskopi

Umumnya untuk diagnosis digunakan metode non-invasive seperti USG, CT scan atau MRI. Namun kadang perlu metode invasive untuk mengkonfirmasi diagnosis menggunakan laparoskopi bila penyakit tidak terdiagnosis dengan CT Scan atau MRI. Laparoskopi dapat digunakan untuk diagnosis berbagai penyakit seperti :

  1. Pelvic Inflammatory Disease (PID) – Infeksi bakterial pada rongga pelvis akibat infeksi organ kandungan
  2. Nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
  3. Biopsi yaitu pengambilan sample untuk diagnosis kanker yang belum terdeteksi.

Laparoskopi terapetik

Laparoskopi dapat digunakan untuk penanganan penyakit seperti:

  1. Radang usus buntu
  2. Pengangkatan kantung empedu akibat batu empedu
  3. Penyakit pada usus halus dan dan usus besar termasuk kanker
  4. Hernia
  5. Operasi bariatric untuk menurunkan berat badan
Perbandingan luka operasi terbuka ( kiri ), laparoskopi

Gambar 4. Perbandingan luka operasi terbuka ( kiri ), laparoskopi konvensional ( tengah ) dan laparoskopi satu titik / single incision laparoscopy surgery ( kanan )

Persiapan operasi laparoskopi

Tergantung dari jenis tindakan yang akan dilakukan, umumnya pasien perlu puasa minimal 6 jam sebelum tindakan. Jika pasien ada minum obat pengencer darah seperti aspirin, walfarin, CPG, maka obat tersebut harus dihentikan 5-7 hari sebelum operasi kecuali pada operasi omergensi. Ini bertujuan mencegah perdarahan hebat selama operasi.

Bagaimana prosedur laparoskopi dilakukan ?

Laparoskopi memerlukan anestesi umum sehingga pasien tidak sandra serta tidak merasakan nyeri selama operasi. Ahli bedah akan membuat sayatan kecil 5 -10 mm pada kulit perut. Melalui sayatan tersebut, dimasukkan alat trokar yang menghubungkan rongga perut dan bagian luar. Kemudian gas CO2 dengan volume tertentu dimasukkan ke dalam rongga perut melalui trokar tersebut dengan tujuan mengembungkan rongga perut sehingga lapang pandang operasi lebih luas. Selanjutnya alat laparoskop ( teropong) yang terhubung dengan sirkuit monitor TV dan instrumen laparoskopi dimasukkan ke rongga perut sehingga kondisi organ / penyakit dalam rongga perut dapat dilihat melalui monitor TV. Setelah prosedur, gas dikeluarkan dari rongga perut dan luka pada kulit dijahit kembali. Umumnya pasien tidak perlu rawat inap, kecuali pasien menderita penyakit penyerta berat, umumnya perlu dirawat untuk beberapa hari. Pada kasus – kasus seperti pengangkatan usus buntu, pengangkatan kantung empedu, repair hernia dengan laparoskopi, umumnya memerlukan waktu antara 30 sampai 60 menit. Tapi pada kasus yang komplek seperti laparoskopi pada kanker usus besar, lama prosedur bisa mencapai 3-4 jam. Pemulihan setelah laparoskopi Setelah prosedur laparoskopi, pasien akan dimonitor di ruangan pemulihan di dalam kamar operasi, setelah pasien sadar penuh baru dipindahkan ke ruangan perawatan. Umumnya berkisar 45 – 60 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video
Gallery Foto

Pengunjung