header

About Me
Dr Eko Priatno SpB KBD - Dokter Spesialis ahli Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia.
Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah profesional muda yang berpengalaman dalam bidang bedah Digestif di Indonesia. Background pendidikan dan reputasinya bisa anda lihat dihalaman profil ini
Liputan TV

Pada pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan kanker usus besar, harus dilakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi secara dini ada tidaknya kekambuhan kanker sehingga bisa diobati sedini mungkin. Oleh karena itu pemeriksaan rutin sesuai jadwal sangatlah penting.

 screen-shot-2016-12-30-at-10-36-50-pm

Pemeriksaan apa yang harus dilakukan setelah operasi ?

  • Kontrol ke dokter setiap 3 bulan selama 2 tahun pertama, kemudian tiap 6 bulan sampai total 5 tahun.
  • Pemeriksaan laboratorium : CEA tiap 3 bulan selama 2 tahun pertama, kemudian tiap 6 bulan sampai total 5 tahun.
  • Pemeriksaan CT Scan abdomen-pelvic-thorax 1x setahun selama 5 tahun pertama.
  • Kolonoskopi 1 tahun setelah operasi, tapi pada pasien yang belum pernah dilakukan kolonoskopi sebelum operasi seperti pada pasien dengan sumbatan usus, makan kolonoskopi dilakukan antara 3 – 6 bulan setelah operasi.
  • PET-CT tidak direkomendasikan secara rutin.

 

Apakah semua pasien harus dilakukan kemoterapi ?

Tidak. Perlu tidaknya kemoterapi sangat tergantung dari stadium kanker. Diperlukan kemoterapi bila kanker stadium II dengan kondisi khusus ( high risk ), stadium III dan IV.

 

Kapan harus dilakukan radioterapi ?

Radioterapi pada kanker usus besar hanya dilakukan pada kanker yang berlokasi di rektum-anus ( usus besar bagian akhir ) terutama stadium lokal lanjut ( Stadium III+), umumnya dilakukan radiasi terlebih dahulu sebelum operasi.

 

 

Sumber : NCCN guideline 2016

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video
Gallery Foto

Pengunjung