Batu Empedu
12 December 2018 No Comments
Posted in

Kandung empedu merupakan tempat penampungan cairan empedu untuk dipekatkan agar cairan empedu yang tadinya encer menjadi pekat sehingga proses pencernaan lemak lebih sempurna. Fungsinya tidak terlalu penting dalam tubuh, sehingga tidak akan memberi dampak serius bila kantong empedu harus diangkat.

Batu empedu terjadi akibat proses pemekatan cairan empedu yang berlebihan sehingga cairan empedu yang pekat menjadi kristal- kristal empedu yang keras. Proses pemekatan empedu terjadi dalam kantong empedu, maka tidak mengherankan batu empedu umumnya terjadi dalam kantong empedu. Umumnya batu empedu berjenis batu kolesterol yang berwarna kuning. Batu jenis lainnya adalah batu bilirubin atau batu pigmen yang berwarna hitam. Bisa juga berupa batu kombinasi dari keduanya.

Selama hidup, kurang lebih 20% wanita dan 10% pria akan menderita batu empedu. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya batu empedu, diantaranya : wanita, pemakainan kontrasepsis, pemakaian terapi hormone pada wanita menopause, diet untuk menurunkan berat badan, kencing manis, diet tinggi lemak, dan obesitas. Batu pigmen empedu umumnya terjadi pada pasien kelainan darah  (haemolytic anaemia, hereditary spherocytosis ).

 

Masalah yang dapat timbul akibat batu empedu

  • Kolik empedu dan radang kantong empedu akut
  • Kolesistitis kronik
  • Ikterus ( sakit kuning ) dan Pankreatitis akut
  • Kanker kantong empedu

 

Gejala klinis

  • Kolik empedu ( nyeri hebat di perut kanan atas yang tembus ke belakang )
  • Sering mengeluh kembung, cepat kenyang dan mual, sering dikira sakit maag
  • Nyeri perut kanan atas yang terus menerus, kadang disertai demam bila sudah terjadi peradangan kantong empedu ( kolesistitis akut )
  • Mata dan kulit berwarna kuning serta kencing seperti the bila sudah ada penyumbatan pada saluran empedu

 

Operasi Pengangkatan kandung empedu bisa dilakukan dengan tehnik minimal invasive

Tehnologi terkini kolesistektomi adalah dengan tehnik minimal invasive ( laparoskopi ) yaitu pengangkatan kantong empedu melalui lubang kecil yang dibuat pada dinding perut ( key holes surgery ). Lama tindakan berkisar 30 sampai 60 menit.

Kelebihan bedah minimal invasive adalah : nyeri setelah bedah minimal, lama rawat lebih singkat, lebih cepat beraktifitas dan secara kosmetis lebih baik.

Video operasi laparoskopik kolesistektom

Silahkan Klik  https://youtu.be/ffoKThdqo4I

About Me

dr eko pDr Eko Priatno SpB KBD – Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia. Menyelesaikan pendidikan/fellowship bedah minimal invasive/ bedah robotic kanker usus besar/ kolorektal di center kolorektal ternama di Seoul, Korea Selatan.Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah seorang profesional yang berpengalaman di bidang bedah digestif dan menjadi salah satu pakar bedah laparoskopi-robotik di Indonesia.

Our Commitment

“Memberikan Yang Terbaik Terhadap Pasien.”

Dr. Eko Priatno, SpB-KBD

Health Info

Dokter Spesialis Bedah Obesitas
Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas

Apa itu bedah obesitas (bedah...

KANKER PANKREAS
Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyebab kematian...

Gambar kanker hati setelah dioperasi
Kanker Hati dan Empedu

Keganasan pada hepatobilier bisa berupa...

GERD
Konsultasi Dokter Tentang GERD (Bahaya Penyakit Asam Lambung)

Problem (penyakit) pada lambung sangat...

Gambar-Wasir
Wasir

Penyakit wasir bisa dikatakan bukanlah...

1
Hallo, Ada yang bisa kami bantu?
Powered by