Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas
23 February 2019 No Comments
Posted in
Dokter Spesialis Bedah Obesitas

Apa itu bedah obesitas (bedah bariatrik)? bedah obesitas adalah suatu metode bedah (yang dilakukan oleh Dokter spesialis) yang bertujuan untuk mengecilkan lambung dan mengurangi penyerapan nutrisi yang dimakan dengan hasil akhir yang diharapkan berupa penurunan berat badan serta memperbaiki efek metabolik yang tidak diharapkan akibat obesitas. Operasi obesitas bukan hanya terbatas mengatasi kelebihan berat badan tapi yang terpenting adalah mengatasi efek metabolik yang ditimbulkan akibat obesitas ( mengatasi diabetes, mengatasi hipertensi, hiperkolesterol dll ) sehingga operasi ini juga dikenal sebagai bedah bariatrik dan metabolik.

Dokter Spesialis Bedah Obesitas

 

Apa Indikasi Bedah Obesitas Menurut Dokter?

Dokter spesialis bedah obesitas atau Dokter yang menangani tindakan bariatrik ini memberi tiga indikasi yaitu:

  1. Obesitas berat dengan BMI > 40
  2. Obesitas dengan BMI > 35 dengan penyakit penyerta seperti kencing manis tidak terkontrol, sleep apnoe, PCOS ( infertilitas ), hipertensi tidak terkontrol, hiperkolesterol.
  3. Terapi diet dan obat tidak berhasil menurunkan obesitas.

Jenis Operasi Obesitas (Bariatik)

  1. Jenis restriktif yaitu mengecilkan volume lambung ( contoh : sleeve gastrectomy ; volume labung dikecilkan menjadi sisa 1/3 )
  2. Jenis malabsortive yaitu mengurangi jumlah nutrisi yang diserap usus ( contoh : bypass lambung )
  3. Campuran jenis restriktif dan malabsortive

Dokter spesialis bedah obesitas (bariatrik)

 

Bagaimana persiapan operasi bariatrik ?

  1. Cek darah persiapan operasi
  2. Rontgen dada, EKG, echocardiografi
  3. Cek hormon : FT4,TSHs ( mendeteksi hipotiroid ), cortisol ( mendeteksi penyakit Cushing )
  4. Evaluasi team dokter jantung, paru, anestesi, psikiater, dokter gizi.
  5. Diet rendah kalori selama 2 minggu sebelum operasi

Bagaimana Diet Setelah Operasi ?

Dokter spesialis bedah obesitas yang menangani pasien bedah obesitas ini akan meminta pasien untuk menjalani diet post operasi dimulai dengan diet cair, kemudian ditingkatkan secara bertahap sampai mencapai diet reguler yang memakan waktu kurang lebih 6 minggu setelah operasi.

Baca juga:

  1. Kenali pernyakit kanker pankreas
  2. Sakit Kanker Hati dan Empedu
  3. Bahaya Penyakit Asam Lambung
  4. Penanganan penyakit wasir

About Me

dr eko pDr Eko Priatno SpB KBD – Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia. Menyelesaikan pendidikan/fellowship bedah minimal invasive/ bedah robotic kanker usus besar/ kolorektal di center kolorektal ternama di Seoul, Korea Selatan.Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah seorang profesional yang berpengalaman di bidang bedah digestif dan menjadi salah satu pakar bedah laparoskopi-robotik di Indonesia.

Our Commitment

“Memberikan Yang Terbaik Terhadap Pasien.”

Dr. Eko Priatno, SpB-KBD

Health Info

Dokter Spesialis Bedah Obesitas
Bedah Bariatrik / Bedah Obesitas

Apa itu bedah obesitas (bedah...

KANKER PANKREAS
Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyebab kematian...

Gambar kanker hati setelah dioperasi
Kanker Hati dan Empedu

Keganasan pada hepatobilier bisa berupa...

GERD
Konsultasi Dokter Tentang GERD (Bahaya Penyakit Asam Lambung)

Problem (penyakit) pada lambung sangat...

Gambar-Wasir
Wasir

Penyakit wasir bisa dikatakan bukanlah...

1
Hallo, Ada yang bisa kami bantu?
Powered by