COVID-19 dan Prosedur Bedah – Saat ini seluruh dunia sedang dihadapkan dengan penyebaran virus jenis baru yang dikenal sebagai Coronavirus Disease 19 atau COVID-19. COVID-19 sangat cepat meyebar antar manusia melalui droplet / percikan saat batuk/ bersin/ berbicara, selain itu virus ini juga dapat menular melalui benda yang tercemar.

COVID-19 dan PROSEDUR BEDAH

Untuk menjaga keselamatan kita bersama, menurunkan angka penularan virus, serta mempertimbangkan daya tampung RS, bed ICU yang banyak terisi untuk penanganan pasien COVID-19, maka The American College of Surgeons (ACS) and The U.S. Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan penundaan operasi non emergensi.1,2

Kenapa saya harus menunda operasi ?

Dokter anda akan menjelaskan kondisi apa yang bisa membuat operasi anda harus segera dilakukan atau masih bisa ditunda. Ada banyak prosedur bedah yang sifatnya non emergensi seperti batu empedu tanpa radang, hernia yang masih bisa keluar masuk tanpa nyeri atau kanker usus yang tidak meyebabkan sumbatan usus. Pada kasus seperti di atas, operasi sebaiknya ditunda sampai pandemi selesai dan segera ke RS bila keluhan memburuk yang memerlukan operasi emergensi.  

Kenapa bedah harus ditunda ?

Keputusan menunda operasi saat pandemi COVID-19 adalah sangat penting karena :

  • Bedah Non-emergency memerlukan alat Perlindungan Diri ( APD ) yang lengkap seperti masker, hazmat dll yang suplainya sangat terbatas saat ini dan sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan yang khusus menangani COVID-19.
  • Pasien dan penunggu pasien mungkin menjadi pasien COVID tanpa gejala yang berpotensi menularkan ke orang lain dan nakes.
  • Nakes yang merawat pasien COVID-19 menjadi orang dengan pengawasan yang bila terinfeksi juga dapat menularkan ke orang lain.
  • Kapasitas ventilator di RS terbatas yang lebih dipriritaskan untuk pasien yang gagal napas daripada pasien yang menjalani operasi elektif.

Kapan operasi saya akan dijadwalkan ulang ?

Penjadwalan ulang sangat tergantung kapan pandemi akan berakhir, tergantung kondisi penyakit anda dan kesiapan tenaga medis dan fasilitas penunjang lainnya. Kondisi yang berhubungan dengan COVID-19 sangat cepat berubah oleh karena itu seringlah komunikasi dengan dokter anda mengenai perkembangan penyakit anda, bila didapatkan kondisi kesehatan yang tambah buruk maka operasi harus segera dijadwalkan.

Apa yang harus saya lakukan jika harus kontrol pasca operasi ?

Komunikasikan ke dokter anda, tanyakan apakah ada fasilitas tele medicine karena saat pandemi ada pembatasan jam praktek

Bagaimana jika saya dalam kondisi emergensi dan perlu ke RS segera ?

Untuk kasus emergensi bisa langsung datang ke UGD, jangan lupa pasien harus pakai masker dan tim UGD akan melakukan pemeriksaan awal. Jika anda memerlukan bedah emergensi, maka akan dipersiapkan sesuai prosedur serta skreening COVID termasuk CT Scan dada dan rapid test.

References

  1. American College of Surgeons. Guidelines for Triage of Non-Emergent Surgical Procedures.March 17, 2020. Available at: https://www.facs.org/covid-19/clinical-guidance/triage. Accessed March 31, 2020. 
  2. Center for Disease Control. CDC Recommendation: Postpone Non-Urgent Dental Procedures, Surgeries, and Visits.March 20, 2020. Available at:  https://www.cdc.gov/oralhealth/infectioncontrol/statement-COVID.html. Accessed March 31, 2020.
  3. Desai AN, Patel P. Stopping the spread of COVID-19. JAMA. Published online March 20, 2020. doi:10.1001/ jama.202.4269. Available at: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2763533. Accessed March 31, 2020.
  4. COVID-19 FAQ’s. March 17, 2020. Available at: https://www.aorn.org/guidelines/aorn-support/covid19-faqs. Accessed March 31, 2020.
WhatsApp chat