Dokter Spesialis HerniaApa itu Hernia ? Hernia adalah penonjolan abnormal berupa benjolan dari organ rongga perut melalui area yang lemah pada dinding perut. Hernia paling sering terjadi di lipat paha sampai kantong zakar (hernia inguinal / skrotalis). Hernia yang juga sering dijumpai adalah hernia paraumbilical (hernia yang timbul di sekitar pusar ) dan hernia incisional (hernia yang terjadi pada bekas luka operasi di perut ).

Gambar 1. Jenis – jenis hernia

Dokter Spesialis Hernia

Gambar 2. Hernia lipat paha yang dibiarkan lama tidak dioperasi, bisa membesar sampai mendekati lutut orang dewasa ( hernia permagna )

Dokter Spesialis Hernia

Bedah adalah terapi utama pada penyakit ini. Umumnya diperlukan pemasangan mesh/ jaring pada lokasi penyakit untuk memperkuat dinding perut sehingga ia tidak ada menonjol keluar lagi. Saat ini sudah dimungkinankan operasi dengan sayatan kecil yaitu dengan tehnik minimally invasive laparoscopic surgery. Prosedur ini menggunakan alat teropong ( laparoskop ) sebagai alat bantu yang dimasukkan dalam rongga, sehingga defeknya dapat ditutup melalui 1-2 insisi kulit kecil lainnya.

Apa gejala hernia ?

Umumnya berupa benjolan di lipat paha atau dinding perut yang bersifat hilang timbul ( hilang saat berbaring dan muncul saat berdiri / mengedan ), namun bila sudah terjadi lama biasanya benjolan akan menetap karena terjepit. Benjolan biasanya disertai rasa nyeri/ tidak nyaman di daerah benjolan.

Bagaimana bisa terjadi hernia ?

Pada bayi laki-laki, testis/buah zakar terbentuk di dalam perut pada masa awal kehamilan, seiring dengan bertambahnya usia kandungan, testis turun ke dalam kantong zakar ( skrotum ) melalui saluran diselangkangan ( inguinal ). Setelah lahir umumnya saluran tempat turunnya testis akan menutup, bila tidak terjadi penutupan maka terjadilah hernia lipat paha pada bayi.

Penyebab hernia pada orang dewasa berbeda dengan bayi yaitu :

  • Karena aktifitas fisik berlebihan seperti angkat berat
  • Sering mengedan, batuk lama
  • Obesitas
  • Kelemahan dinding perut akibat proses penuaan.

Kenapa Hernia perlu dioperasi ?

Segera konsultasikan ke dokter anda bila ada benjolan abnormal di lipat paha atau dinding perut untuk memastikan apakah anda menderita atau bukan.

Umumnya perlu operasi untuk menutup titik lemah ( lubang ) pada dinding perut sehingga ia tidak turun lagi. Operasi dapat dilakukan dengan bius umum atau spinal ( bius separuh badan ) tergantung kondisi pasien. Pada pasien usia muda yang tidak menderita penyakit jantung, diabetes atau darah tinggi, dimungkinkan operasi dengan rawat jalan ( one day care ). Namun pada pasien tua dengan penyakit tambahan, dianjurkan dirawat 1-2 hari setelah operasi.

Jika dibiarkan tidak dioperasi, dapat terjadi komplikasi seperti isi ( usus ) terjepit dan membusuk atau terjadi sumbatan usus sehingga operasinya jadi lebih kompleks karena usus yang busuk harus dipotong. Usus yang terjepit tersebut dapat menyebabkan nyeri perut yang sangat hebat, mual dan muntah, jika tidak ditangani cepat dapat berakibat kematian.

Operasi hernia

Secara umum ada 2 jenis operasi yaitu operasi konvensional ( open surgery ) dan minimal invasive laparoscopy surgery. Kedua prosedur sama – sama efektif dan aman.Kelebihan bedah laparoskopi adalah nyeri pasca operasi minimal karena luka operasinya sangat kecil ( 5 mm ), recovery lebih cepat, lama rawat singkat ( hanya 1 hari ) dan lebih cepat kembali bekerja.

Dokter Spesialis Hernia

Dokter Spesialis Hernia

Gambar 3. Perbandingan luka operasi konvensional ( atas ) dan laparoskopi ( bawah )

Setelah operasi, apa yang harus dihindari ?

Setelah operasi hernia, pasien dilarang angkat berat minimal 3 bulan setelah operasi. Aktifitas normal lainnya tidak ada pembatasan. Hindari mengedan berlebihan waktu bab dan kencing.

WhatsApp chat