HERNIA
14 December 2018 No Comments
Posted in

Apa itu Hernia ?

Hernia adalah penonjolan abnormal berupa benjolan dari organ rongga perut melalui area yang lemah pada dinding perut. Hernia paling sering terjadi di lipat paha sampai kantong zakar (hernia inguinal / skrotalis). Hernia yang juga sering dijumpai adalah hernia paraumbilical (hernia yang timbul di sekitar pusar ) dan hernia incisional (hernia yang terjadi pada bekas luka operasi di perut ).

Gambar 1. Jenis – jenis hernia

Gambar 2. Hernia lipat paha yang dibiarkan lama tidak dioperasi, hernia bisa membesar sampai mendekati lutut orang dewasa ( hernia permagna )

Bedah adalah terapi utama pada hernia. Umumnya diperlukan pemasangan mesh/ jaring pada lokasi hernia untuk memperkuat dinding perut sehingga hernia tidak ada menonjol keluar lagi. Saat ini sudah dimungkinankan operasi hernia dengan sayatan kecil yaitu dengan tehnik minimally invasive laparoscopic surgery. Prosedur ini menggunakan alat teropong ( laparoskop ) sebagai alat bantu yang dimasukkan dalam rongga hernia sehingga defek hernia dapat ditutup melalui 1-2 insisi kulit kecil lainnya.

 

Apa gejala hernia ?

Umumnya berupa benjolan di lipat paha atau dinding perut yang bersifat hilang timbul ( hilang saat berbaring dan muncul saat berdiri / mengedan ), namun bila hernia sudah terjadi lama biasanya benjolan akan menetap karena terjepit. Benjolan biasanya disertai rasa nyeri/ tidak nyaman di daerah benjolan.

 

Bagaimana bisa terjadi hernia ?

Pada bayi laki-laki, testis/buah zakar terbentuk di dalam perut pada masa awal kehamilan, seiring dengan bertambahnya usia kandungan, testis turun ke dalam kantong zakar ( skrotum ) melalui saluran diselangkangan ( inguinal ). Setelah lahir umumnya saluran tempat turunnya testis akan menutup, bila tidak terjadi penutupan maka terjadilah hernia lipat paha pada bayi.

Penyebab hernia pada orang dewasa berbeda dengan bayi yaitu :

  • Karena aktifitas fisik berlebihan seperti angkat berat
  • Sering mengedan, batuk lama
  • Obesitas
  • Kelemahan dinding perut akibat proses penuaan.

 

Kenapa Hernia perlu dioperasi ?

Segera konsultasikan ke dokter anda bila ada benjolan abnormal di lipat paha atau dinding perut untuk memastikan apakah anda menderita hernia atau bukan.

Hernia umumnya perlu operasi untuk menutup titik lemah ( lubang ) pada dinding perut sehingga hernia tidak turun lagi. Operasi dapat dilakukan dengan bius umum atau spinal ( bius separuh badan ) tergantung kondisi pasien.                                      Pada pasien usia muda yang tidak menderita penyakit jantung, diabetes atau darah tinggi, dimungkinkan operasi dengan rawat jalan ( one day care ). Namun pada pasien tua dengan penyakit tambahan, dianjurkan dirawat 1-2 hari setelah operasi.

Jika hernia dibiarkan tidak dioperasi, dapat terjadi komplikasi seperti isi hernia ( usus ) terjepit dan membusuk atau terjadi sumbatan usus sehingga operasinya jadi lebih kompleks karena usus yang busuk harus dipotong. Usus yang terjepit tersebut dapat menyebabkan nyeri perut yang sangat hebat, mual dan muntah, jika tidak ditangani cepat dapat berakibat kematian.

 

Operasi hernia

Secara umum ada 2 jenis operasi yaitu operasi konvensional ( open surgery ) dan minimal invasive laparoscopy surgery. Kedua prosedur sama – sama efektif dan aman.Kelebihan bedah laparoskopi adalah nyeri pasca operasi minimal karena luka operasinya sangat kecil ( 5 mm ), recovery lebih cepat, lama rawat singkat ( hanya 1 hari ) dan lebih cepat kembali bekerja.

 

Gambar 3. Perbandingan luka operasi hernia konvensional ( atas ) dan laparoskopi ( bawah )

Setelah operasi hernia apa yang harus dihindari ?

Setelah operasi hernia, pasien dilarang angkat berat minimal 3 bulan setelah operasi. Aktifitas normal lainnya tidak ada pembatasan. Hindari mengedan berlebihan waktu bab dan kencing.

About Me

dr eko pDr Eko Priatno SpB KBD – Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif (Bedah Saluran Cerna, Hati, Empedu Dan Pankreas) di Indonesia. Menyelesaikan pendidikan/fellowship bedah minimal invasive/ bedah robotic kanker usus besar/ kolorektal di center kolorektal ternama di Seoul, Korea Selatan.Dr. Eko Priatno, SpB-KBD adalah seorang profesional yang berpengalaman di bidang bedah digestif dan menjadi salah satu pakar bedah laparoskopi-robotik di Indonesia.

Our Commitment

“Memberikan Yang Terbaik Terhadap Pasien.”

Dr. Eko Priatno, SpB-KBD

Health Info

KANKER PANKREAS
Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan penyebab kematian...

Gambar kanker hati setelah dioperasi
Kanker Hati dan Empedu

Keganasan pada hepatobilier bisa berupa...

GERD
Konsultasi Dokter Tentang GERD (Bahaya Penyakit Asam Lambung)

Problem (penyakit) pada lambung sangat...

Gambar-Wasir
Wasir

Penyakit wasir bisa dikatakan bukanlah...

Bedah laparoskopi pada kanker kolorektal

Bedah laparoskopi, minimal invasive atau...

1
×
Hallo, Ada yang bisa kami bantu?