Operasi Kanker Rektum Tanpa Buang Anus – Dengan perkembangan ilmu kedokteran, khususnya kemajuan dalam bidang imaging serta perkembangan tehnik bedah minimal invasif dengan kamera resolusi tinggi, memungkinkan operasi yang dulunya dilakukan secara radikal (membuang anus pada kanker rektum ), berubah menjadi bedah yang bersifat organ preserving ( anus dipertahankan meskipun kanker berlokasi dekat anus ).

Operasi Kanker Rektum Tanpa Buang Anus

Tehnik bedah untuk menyelamatkan anus menjadi standard yang diterapkan di luar negeri dalam penanganan kanker rektum yang berlokasi dekat anus, tehnik ini lebih dikenal dengan istilah medis Sphincter preserving surgery.

Operasi sphincter preserving surgery yang banyak kerjakan saat ini adalah Intersphincteric resection yaitu Tehnik bedah untuk menyelamatkan anus dengan cara mempertahankan m. sphincter externa sehingga setelah operasi pasien tetap bisa buang air besar melalui anus. Operasi ini bisa dilakukan dengan bedah minimal invasive dimana operasi dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada dinding perut sebesar lubang kunci (keyhole surgery)

Tidak semua kasus kanker rektum bisa dilakukan tehnik ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu antara lain : kanker belum mencapai atau mengenai otot sphincter externa atau levator ani, fungis anus harus baik sebelum operasi.

Bila dari pemeriksaan awal dimana menunjukkan tumor tidak bisa diangkat, maka tumor harus dikecilkan terlebih dahulu (down staging ) dengan kemoradiasi selama 25 siklus (radioterapi panjang), 6 minggu setelah radiasi dilakukan MRI ulang untuk menilai tumor mengecil atau tidak, bila mengecil maka dapat dilakukan operasi penyelamatan anus.

Sebelum operasi harus dilakukan persiapan antara lain : kolonoskopi, MRI abdomen, foto thorax, cek pada laboratorium persiapan operasi, konsultasi organ dalam seperti jantung, paru, internist dan anestesi untuk mengetahui keamanan operasi. Pasien mulai dirawat 1 hari sebelum operasi untuk memulai tahapan persiapan operasi dan setelah operasi pasien perlu dirawat kurang lebih 7 hari untuk memonitor secar ketat ada tidaknya komplikasi operasi.

Setelah operasi pasien harus menjalani rehabilitasi atau fisioterapi untuk melatih kembali fungsi kontraksi otot anus sehingga diharapkan pasien tetap bisa menahan buang air besar.

WhatsApp chat