Operasi Penutupan Stoma ( ILEOSTOMI/ KOLOSTOMI ) – Pada umumnya stoma yang tidak permanen bisa dilakukan penutupan kembali di kemudian hari  dengan catatan pasiennya dalam kondisi sehat dan telah pulih sepenuhnya dari operasi sebelumnya.

Umumnya operasi penutupan stoma ini dilakukan dalam waktu 3 bulan setelah operasi pertama. Operasi penutupan stoma ini bisa lebih lambat ( > 3 bulan ) jika anda perlu terapi tambahan seprti kemoterapi atau pasien belum pulih penuh dari operasi sebelumnya. Namun operasi penutupan stoma ini tidak ada batas waktunya dan beberapa pasien hidup dengan stoma puluhan tahun sebelum ditutup kembali.

Operasi Penutupan Stoma ( ILEOSTOMI/ KOLOSTOMI )

Bagaimana operasi penutupan stoma dilakukan ?

Prinsipnya adalah menyambung kembali usus sehingga buang air besar kembali ke jalur alamiah yaitu lewat anus. Proses penyambungan usus ini sama seperti penyambungan usus yang lainnya yaitu bisa dengan jahitan tangan atau dengan bantuan alat stapler. Setelah operasi pasien perlu dirawat inap antara 5 – 7 hari sampai menunggu proses penyembuhan sambungan usus.  Setelah operasi biasanya pasien akan mengalami diare. Namun diare yang terjadi akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Bagaimana diet setelah penutupan stoma ?

Sistem pencernaan akan sangat sensitif pada awal penutupan stoma karena usus anda sudah lama diistirahatkan. Makan porsi besar, makanan berminyak sebaiknya dihindari dulu pada awal operasi. Makanan yang sebaiknya dihindari antara lain : buah anggur, jeruk, makanan pedas, kari, makanan berlemak tinggi, sayuran penghasil gas seperti brokoli, kol, dan lain sebagainya.

Apa efek samping yang bisa terjadi pada operasi penutupan stoma ?

Efek yang bisa terjadi antara lain diare, nyeri perut, infeksi luka operasi dan kebocoran sambungan usus.

Bagaimana persiapan operasi penutupan stoma ?

Pasien hanya diijinkan makan – makanan cair 1 hari sebelum operasi, syrup, susu, juice, selanjutnya usus akan dikuras dengan obat pencahar untuk membersihkan usus dari feses. Masuk ke RS 1 hari sebelum tindakan dan dilakukan pemeriksaan darah, rontgen paru dan konsultasi dengan internist, ahli jantung dan paru sesuai indikasi.

WhatsApp chat