Sakit Maag Tidak Kunjung Sembuh ? Waspadai Batu Empedu – Maag atau lambung merupakan organ pencernaan atas yang letaknya secara anatomi sangat berdekatan dengan kantung empedu dan saluran empedu sehingga tidak mengherankan keluhan – keluhan yang berhubungan dengan kedua organ tersebut sangatlah mirip.

Batu empedu bisa terjadi di kandung empedu maupun saluran empedu dengan tanda klinis yang berbeda. Sakit Maag tidak kunjung sembuh? Pada umumnya pasien yang menderita batu kandung empedu yang datang berobat mengeluh sakit maag atau nyeri di ulu hati, sering mual, dan muntah yang tidak sembuh – sembuh meskipun sudah minum obat sakit maag.

Waspadai batu empedu menyerang anda. Karena ada juga pasien yang menunjukkan keluhan yang sangat spesifik yaitu nyeri di ulu hati yang tembus ke punggung, bersifat hilang timbul, keluhan ini dikenal dengan istilah kolik bilier. Pasien batu empedu yang terjadi pada saluran empedu akan menunjukan gejala sakit kuning yaitu mata tampak kuning dan air seni berubah seperti teh, ini terjadi akibat penyumbatan saluran empedu.

Sakit Maag Tidak Kunjung Sembuh ? Waspadai Batu Empedu

Batu empedu terjadi akibat proses pemekatan cairan empedu yang berlebihan sehingga cairan empedu yang pekat menjadi kristal- kristal empedu yang keras. Proses pemekatan empedu terjadi dalam kandung empedu, maka tidak mengherankan batu empedu umumnya terjadi dalam kandung empedu. Umumnya batu empedu berjenis batu kolesterol yang berwarna kuning. Batu jenis lainnya adalah batu bilirubin atau batu pigmen yang berwarna hitam. Bisa juga berupa batu kombinasi dari keduanya. Selama hidup, kurang lebih 20% wanita dan 10% pria akan menderita batu empedu. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya batu empedu, diantaranya : wanita, pemakaian terapi hormon pada wanita menopause, diet untuk menurunkan berat badan, kencing manis, diet tinggi lemak, dan obesitas. Batu pigmen empedu umumnya terjadi pada pasien kelainan darah  (haemolytic anaemia, hereditary spherocytosis ).

Sakit Maag Tidak Kunjung Sembuh – Batu empedu yang tidak ditangani dapat menimbulkan masalah yang cukup serius bahkan sampai mengancam nyawa. Umumnya pasien akan menderita kolik empedu berulang dan radang kandung empedu akut ( kolesistitis akut ) sehingga kualitas hidup pasien akan menurun karena mengganggu perkerjaan, kolesistitis kronik, pankreatitis dan kanker kandung empedu.

Tidak semua batu empedu perlu dioperasi. Umumnya diperlukan operasi pada penderita batu empedu yang ada keluhan nyeri perut ( kolik bilier ), kolesistitis. Selain itu , pada penderita yang tidak ada keluhan juga menjadi indikasi dilakukan operasi seperti pada penderita kelainan darah ( sickle cell anemia ), penderita yang mengkonsumsi obat immunosupresif, penderita yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan ( misalnya pelaut ), ada polip kandung empedu > 1 cm.

Tindakan bedah pada penderita batu kandung empedu berupa pengangkatan kandung empedu. Saat ini sudah ada tehnologi minimal invasive sehingga operasi tidak perlu lagi membuat sayatan besar, cukup dengan luka 5-10 mm sehingga pasien lebih cepat pulih, nyeri minimal, lama rawat singkat dan cepat kembali bekerja.

Sumber : mommiesdaily.com

Operasi Pengangkatan Kandung Empedu Bisa Dilakukan Dengan Tehnik Minimal Invasive

Tehnologi terkini kolesistektomi adalah dengan tehnik minimal invasive ( laparoskopi ) yaitu pengangkatan kantong empedu melalui lubang kecil yang dibuat pada dinding perut ( key holes surgery ). Lama tindakan berkisar 30 sampai 60 menit.

Kelebihan bedah minimal invasive adalah :

  1. nyeri setelah bedah minimal
  2. lama rawat lebih singkat
  3. lebih cepat beraktifitas dan secara kosmetis lebih baik.

Baca Juga : Persiapan Operasi Kandung Empedu

WhatsApp chat