Sembelit dan Cara Penanganannya – Sembelit atau yang dikenal dengan konstipasi merupakan keluhan buang air besar ( BAB)  kurang dari 3x seminggu. Penanganannya tergantung dari penyebab yang mendasarinya, namun pada beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui.

Sembelit dan Cara Penanganannya

mari saya perjelas dengan pembahasan dalam artikel kali ini mengenai cara penanganan sembelit dan hal yang berkaitan dengan sembelit mulai dari gejala, penyebab, faktor, dan lain sebagainya dibawah ini.

Apa gejalanya ?

  • BAB < 3x seminggu
  • BAB dengan feses keras kecil-kecil
  • BAB harus mengedan keras
  • Merasakan adanya hambatan dalam BAB
  • Merasakan BAB tidak tuntas
  • BAB keras dan harus dikorek dengan jari

Konstipasi dikategorikan kronik bila mengalami minimal 2 gejala diatas dan berlangsung sudah 3 bulan.

Apa penyebabnya ?

1. Ada sumbatan pada rektum/ kolon yang diakibatkan oleh

  • Fisura ani ( robekan pada anus )
  • Kanker usus besar yang menyebabkan sumbatan usus
  • Kanker perut yang menekan usus besar
  • Rectocele ( kelemahan otot dinding vagina- rektum )

2. Ada gangguan syaraf pada kolon dan rektum

  • Neurotahy diabeticum
  • Multiple sclerosis
  • Parkinson
  • Cedera tulang belakang
  • Stroke

 3. Gangguan/ kelemahan otot di dasar panggul

  • kelemahan otot levator ani

4. Gangguan hormonal

  • Diabetes
  • Hyperparathyroidism
  • Kehamilan
  • Hypothyroidism

Apa faktor resiko terjadinya sembelit ?

  • Usia tua
  • Wanita
  • Kurang minum
  • Kurang makanan serat
  • Tidak ada aktifitas fisik
  • Konsumsi obat tertentu seperti : obat penenang, obat anti nyeri opiod ( tramadol ), obat penurun tensi tertentu.
  • Depresi/ stress

Komplikasi

Sembelit yang dibiarkan lama dapat berakibat :

  • Wasir
  • Robekan kulit di anus (anal fissure).
  • Rectal prolapse

Bagaimana mencegah sembelit ?

  • Makan makanan tinggi serat seperti : sayur, buah.
  • Kurangi makanan yang kurang serat seperti : makanan olahan, daging dan produknya.
  • Banyak minum air putih
  • Olahraga teratur
  • Kendalikan stress
  • Jangan menunda BAB
  • Latih jam BAB secara teratur misalnya setelah makan atau sebelum mandi

Bagaimana mendiagnosis sembelit ?

  • Cek hormon tiroid, level calcium darah.
  • Rontgen perut.
  • Untuk melihat apakah ada tumor di usus besar
  • Evaluasi otot sphincter anus (anorectal manometry).
  • Evaluasi seberapa cepatnya makanan sampai dikeluarkan melalui anus (colonic transit study).
  • MRI defecography untuk mengetahui penyebab sembelit seperti  rectocele / rectal prolapse.

Bagaimana penanganan sembelit ?

Pengobatan diawali dengan merubah pola hidup untuk mempercepat transit makanan sampai ke anus, jika cara ini tidak berhasil, dokter akan memberikan obat-obatan.

Dimulai dengan diet dan perubahan pola hidup sehat

  • Perbanyak makanan tinggi serat : sayur, buah, sereal.

Direkomendasikan 14 gram serat untuk tiap  1000 kalori makan yang dimakan. Peningkatan konsumsi makanan berserat yang mendadak akan menyebabkan kembung sehingga mulai secara bertahap.

  • Olahraga teratur. Aktifitas fisik teratur akan meningkatkan aktifitas otot usus anda.
  • Jangan menunda bila ada sensasi ingin BAB.

Laxatives / Pencahar akan membantu meningkatkan pergerakan usus anda.

Obat-obatan

  • Obat yang berfungis menarik cairan ke usus sehingga feses jadi lembek dan mempercepat pergerakan usus: Lubiprostone (Amitiza), linaclotide (Linzess) dan plecanatide (Trulance).
  • Serotonin 5-hydroxytryptamine 4 receptors : Prucalopride (Motegrity) meningkatkan peristaltik kolon.
  • Peripherally acting mu-opioid receptor antagonists (PAMORAs).Jika konstipasi diakibatkan oleh obat anti nyeri golongan narkotik, maka harus diberikan antagonisnya : naloxegol (Movantik) dan methylnaltrexone (Relistor).

Latihan otot dasar panggul

Terapi bedah menjadi opsi terakhir

Jika dengan terapi di atas tidak berhasil dan penyebab konstipasinya adalah karena sumbatan usus besar, rectocele, prolap rekti atau striktur ( penyempitan anus/ rektum )

WhatsApp chat